Jumat, 04 November 2016

Sahabat dalam Kenangan

25 tahun yang lalu,
Kita bertemu,
Berkenalan,
Saling jabat tangan,
Saling sebut nama,
Hari itu, kita menjadi sahabat.

3 tahun kita bersama,
Menjalani hari penuh warna,
Kita tertawa bersama,
Berbagi canda,
Kadang kita berdebat,
Bahkan juga bertengkar,
Tetapi, kita tetap sahabat.

Waktu berlalu,
Masa remaja terlewati sudah,
Kita pun harus berpisah,
Menempuh jalan berbeda,
Untuk mengejar cita-cita dan impian kita,
Namun, walau terpisah jarak ribuan mil,
Kita tetap sahabat.

Tahun berganti,
Kehidupan berubah,
Kesibukan membuat kita kekurangan waktu,
Kita tak sempat lagi bertukar kabar, berbagi kisah,
Persahabatan kita merenggang.

Hingga suatu hari, 2 tahun yang lalu,
Seorang teman membawa berita duka,
Engkau sedang sakit, sangat parah,
Berbagai obat yang kautelan, juga yang disuntikkan ke tubuhmu,
Tak mampu melawan penyakit yang menderamu,
Helai demi helai rambutmu ikut luruh,
Engkau semakin lemah.

Takdirmu begitu berat,
Usiamu masih muda,
Engkau sedang dalam masa emasmu,
Karir yang cemerlang,
Keluarga yang bahagia,
Tiba-tiba semuanya seolah direnggut darimu,

Akhirnya,
Engkau sampai pada ujung jalanmu,
Walau semangat hidupmu masih berkobar,
Tetapi tubuhmu telah menyerah,
Engkau harus pergi,
Meninggalkan semua yang kaucintai,
Walau hatimu tak rela.

Setahun yang lalu,
Kami melepasmu dalam kesedihan,
Mengiringi kepergianmu dengan doa,
Semoga engkau terbebas dari penderitaan dan menuju alam bahagia.


Setahun berlalu,
Hidup terus berjalan,
Kami telah berdamai dengan kesedihan dan duka masa lalu,
Kami telah merelakan kepergianmu,
Semoga engkau juga telah bahagia di sana.

Hari ini, kami mengenang kembali dirimu,
Memutar memori tentang kebersamaan kita dahulu,
Rindu perlahan menyeruak,
Kami akan selalu mencintaimu,
Walau dunia kita terpisah,
Kita adalah sahabat,
Selamanya.

(Setahun dalam kenangan :
Lily Chandia Halim
23 Apr 1976 - 4 Nov 2015)