Sabtu, 16 April 2016

Mendung

Aku selalu menyukai mendung,
Mengingatkanku kembali akan masa lalu,
Seperti de javu.

Saat awan hitam menggelayut di langit,
Menutupi bumi dari sinar mentari,
Kenangan itu hadir kembali,
Mengusik hati.

Langit semakin gelap,
Bumi semakin suram,
Hati pun ikut kelam.

Tetes air hujan jatuh membasahi bumi, 
Terasa dingin,
Seperti air mata yang jatuh membasahi pipi, 
Hati terasa dingin.

Bau tanah menguar,
Luka lama terkuak,
Rindu pun meluap.

Bila hujan berhenti,
Akankah perasaan ini juga berakhir?
Mentari yang bersinar lagi,
Terbias oleh titik-titik air,
Membentuk pelangi yang melengkung indah di langit,
Memberi kehangatan di bumi,
Mampukah ia menghangatkan kembali hati ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar